Hati-hati ! Reksadana “ASPAL” Menghantui !

Anda ber-investasi di reksadana? Ada baiknya menyimak informasi berikut. Dalam perkembangannya, dunia investasi mengalami banyak perubahan yang sangat signifikan dalam kurun waktu yang cukup singkat. Berawal dari penjualan saham yang menggunakan bertumpuk-tumpuk warkat, sampai penggunaan sistem paperless. Hingga percepatan proses jual beli dari H+7 menjadi H+3. Pasar investasi Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan, perubahan tersebut menjalar kepada individu para pemain pasar investasi.

Dulu, setiap pemegang saham dan calon pembeli saham harus datang secara langsung ke tempat jual beli saham dan mereka harus mengamati pergeseran setiap saham secara cermat dan teliti. Oleh karena itu, perlu keahlian khusus dan pengalaman ekstra agar para pemain saham mendapatkan prit atau keuntungan yang mereka inginkan. Seiring berkembangnya perekonomian, banyak sekali individu yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam pergolakan jual beli pasar investasi.(Baca juga: 5 Hal Penting Investasi Saham)

 

Mereka yang memiliki modal lebih, senantiasa menginginkan modal yang mereka miliki untuk bisa terus dan terus berputar hingga akhirnya menghasilkan profit yang menguntungkan. Namun, tidak semua investor tersebut memiliki waktu dan kemampuan untuk bisa bermain di pasar investasi dan bertahan di dalamnya. Kesibukan serta keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki menghambat mereka untuk terjun langsung ke dalam pasar, sehingga mereka mempercayakan modal yang mereka miliki kepada seseorang yang mereka anggap mampu untuk mengelola dan me-manage modal tersebut, itulah reksadana.

 

Investasi Reksadana

Investasi dalam bentuk reksadana, berarti para investor mempercayakan pengelolaan investasinya pada pihak lain. Manajer investasi selaku pihak yang dipercaya mengelola investasi pada umumnya menanamkan modal tersebut untuk membeli saham di perseroan terbatas yang sudah teruji rekam jejaknya.

 

Manajer investasi dengan bekal ilmu dan keahlian profesionalnya dalam bidang pasar modal, lalu mengelola dana tersebut pada suatu jenis investasi yang dianggap paling menguntungkan. Adapun menurut jenis investasinya, reksadana bisa dikategorikan menjadi empat bagian, yaitu : reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. (Baca juga: Panduan Investasi Reksadana)

 

Para investor biasanya memilih untuk mengalirkan dana mereka kepada reksadana karena keinginan untuk mendapatkan return yang dari profit yang diterima dari investasi. Keuntungan investasi pada reksadana sendiri dihitung atas dasar perubahan nilai aktiva bersih yang telah disetor oleh investor kepada pihak manajer investasi. Semakin sukses seorang manajer investasi dalam mengelola dana dari reksadana, maka semakin tinggi pula kenaikan nlai aktivabersih yang akan didapatkan.

 

Begitu menggiurkannya keuntungan yang ditawarkan oleh reksadana membuat para investor terkadang bersikap gegabah dan tanpa pikir panjang menanamkan modal yang mereka punya pada reksadana. Sebetulnya, para investor harus berhati-hati dalam memilih reksadana yang akan mereka gunakan jasanya.

 

Begitu menggiurkannya keuntungan yang ditawarkan oleh reksadana membuat para investor bersikap gegabah dalam berinvestasi pada reksadana.

Waspada Reksadana Palsu!

Dewasa ini beredar banyak reksadana yang berbahaya yang disebut reksadana “aspal” atau reksadana asli tapi palsu. Mengapa disebut aspal?, reksadana aspal ini adalah benar-benar reksadana asli yang menjalankan suatu aktivitas investasi dan menerima aliran modal dari investor guna dipercaturkan di pasar modal dan pasar uang. Namun, reksadana ini adalah reksadana palsu karena mereka tidak didukung dengan azas legalitas dan azas kepatuhan yang berarti keberadaan reksadana ini adalah illegal dan tidak mengikuti tata cara serta mekanisme yang telah ditentukan.

 

Terkadang, nilai aktiva bersih yang dimiliki reksadana aspal memang besar dan layak untuk diperhitungkan. Namun, reksadana model ini biasanya tidak memiliki bank kustodian, sehingga perhitungan posisi nilai aktiva bersih mereka tidak memenuhi syarat objektivitas. Hal ini sangat merugikan bagi para investor. Oleh karena itu, dalam rangka memilih jasa reksadana yang akan dipercayai mengelola modalnya, para investor dianjurkan tidak cuma melihat dari segi operasional saja, namun juga memperhatikan aspek teknis seperti adanya azas legalitas dan ijin operasional reksadana.

 

Sebenarnya pihak pemerintah pun telah memberikan kemudahan pagi masyarakat yang ingin berinvestasi reksadana. Langkah mudah yang bisa kita tempuh sebelum memilih produk reksadana adalah melakukan konfirmasi ke Otoritas Jasa Keuangan melalui Layanan Konsumen OJK dengan menghubungi nomor 1500655.

 

 

Baca Juga:

Tags:

Leave a Reply