ADB proyeksi pertumbuhan ekonomi 5% , Bank Dunia lebih turun lagi 4,7%

Belum lama ini Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% di 2015, hal ini diamini oleh pihak Bank Dunia dalam laporannnya yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih turun lagi yaitu di angka 4,7%

Rodrigo Chaves Kepala Perwakilan Bank Dunia-Indonesia, menyampaikan laporan Bank dunia terbaru yang mengungkap penurunan pertumbuhan PDB Indonesia karena pertumbuhan investasi jangka panjang dan belanja konsumen lesu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi melemah menjadi 4,7% dari estimasi sebelumnya 5,2%.

Rodrigo Chaves menilai kondisi Indonesia saat ini kurang menguntungkan. Perekonomian Indonesia masih menyesuaikan diri dengan anjloknya harga komoditas dan prospek normalisasi kebijakan moneter AS. Namun demikian, ia menyebut Indonesia masih dapat tumbuh lebih cepat dan tinggi dibanding negara eksportir komoditas lainnya.

Untuk mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi, Bank Dunia menyarankan untuk meningkatkan belanja infrastruktur yang berkualitas dengan tetap menjaga defisit fiskal dalam batasan 3% dari PDB.

Selain itu, Ndiame Diop, ekonom utama Bank Dunia, menyarankan agar pemerintah memperbaiki reformasi fiskal untuk meningkatkan pendapatan dan belanja negara yang baik serta perbaikan kebijakan yang mempengaruhi persaingan, perdagangan, dan investasi swasta. Terkait inflasi, Ndiame Diop mengingatkan pemerintah untuk terus menurunkan tekanan inflasi sehingga konsumen makin percaya dengan pemerintah.

Diop menyebutkan bahwa perlambatan ini besar dipengaruhi oleh perlambatan di Tiongkok, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia. Namun, ia masih menyebut bahwa pertumbuhan Indonesia masih relatif tangguh dibanding negara-negara lain yang mengekspor komoditas ke Tiongkok, seperti Brasil dan Afrika Selatan.

Di lain pihak sebagaimana dikutip dari okezone.com, dan liputan6.com tanggapan dari pihak pemerintah dalam hal ini Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, menyanggah proyeksi pertumbuhan ekonomi versi Bank Dunia tersebut. Plt.Kepala BKF menegaskan pemerintah tetap optimis dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,2% hingga akhir tahun.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2015 yang masih rendah adalah hal yang wajar di tahun pertama masa pemerintahan baru. Pemerintah optimis pertumbuhan akan melaju sesuai target pemerintah. Belanja negara sebagai pengerek pertumbuhan ekonomi baru efektif berjalan sejak Maret 2015 dan bakal melonjak di semester II-2015. Selain itu, pemerintah juga berupaya mengejar target penerimaan pajak untuk membiayai proyek infrastruktur.

Demikian perkembangan ekonomi nasional Indonesia, semoga bermanfaat! 🙂

 

Tags:

Leave a Reply