Biaya Asuransi, Fidusia dan Provisi dalam Kredit Mobil

Dunia saat ini memang telah banyak mengalami perubahan yang begitu dinamis. Perubahan yang diakibatkan oleh zaman yang bisa dibilang berkembang dan bergerak cepat ini membuat manusia saat ini memiliki beberapa kebutuhan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Contoh salah satu bentuk kebutuhan yang berkembang dan berubah karena zaman adalah mobil. Jika dulu mungkin mobil adalah barang yang mewah dan menjadi kebutuhan tersier, saat ini bisa jadi mobil telah menjadi kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan primer yang harus dipenuhi.

Terutama untuk masyarakat kota, mobil memang sudah menjadi kendaraan utama untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Keadaan dan kondisi transportasi umum yang jauh dari harapan semakin membuat mobil menjadi impian dan tujuan masyarakat kota. Tak ayal apabila sebagian besar masyarakat perkotaan kemudian menjadikan mobil sebagai kendaraan yang menjadi prioritas untuk dimiliki. Untuk memiliki kendaraan roda empat ini kini banyak cara yang bisa dijadikan jalan. Dari pembayaran secara tunai (cash) hingga mengangsur atau mengambil cicilan mobil bisa dilakukan untuk mendapatkan mobil. Semakin banyaknya lembaga yang menyediakan program layanan kredit ini sendiri muncul memang karena permintaan akan mobil yang semakin besar.

 

Meskipun telah ada fasilitas kredit, namun sayangnya banyak orang yang masih kebingungan saat akan mengambil kredit mobil ini. Pasalnya, ada banyak istilah asing dan mungkin ada yang masih penasaran dengan biaya kredit yang bisa begitu besar. Ketika Anda memutuskan mengambil kredit mobil memang Anda akan dihadapkan dengan beberapa biaya yang harus dibayarkan. Sebut saja biaya uang muka (down payment), dana fidusia, asuransi dan biaya provisi. Pertanyaannya kemudian kenapa biaya kredit mobil ini ada banyak macamnya? Mungkin jika biaya uang muka (down payment), Anda sudah memahaminya. Lalu bagaimana dengan biaya fidusia, asuransi dan biaya provisi sendiri? Apa maksud dari ketiga biaya tambahan dalam kredit mobil itu sendiri? untuk membahasnya, marilah kita simak ulasannya berikut ini.

 

Definisi Biaya Fidusia

Secara etimologi sendiri, fidusia sendiri berasal dari bahasa Romawi yaitu fides yang berarti kepercayaan. Dalam istilah bahasa Inggris disebut Fiduciary Transfer of Ownership. Sedangkan dalam terminologi Belanda, istilah ini sering disebut secara lengkap sebagai Fiduciaire Eigendom Overdracht (F.E.O.) yang berarti penyerahan hak milik secara kepercayaan. Di Indonesia, fidusia sendiri telah digunakan dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia yang memiliki pengertian sebagai pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikan dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Intinya biaya fidusia adalah biaya yang dikeluarkan sebagai tanda kepercayaan. Biaya ini harus Anda keluarkan sebagai bentuk pengalihan hak atas pemilikan mobil atas dasar kepercayaan yang menjamin bahwa debitur tetap menjadi pemilik mobil meskipun BPKB-nya dijadikan jaminan dan dibawa oleh pihak leasing.

 

Biaya Fidusia Bisa Menangkal Debt Collector

Mengambil mobil kredit memang akan memunculkan risiko di depan misalkan berhadapan dengan debt collector jika kita mengalami kredit macet. Debt collector yang tentunya menakutkan karena sering bertindak kasar ini memang diberi tugas leasing untuk menarik kendaraan yang gagal melunasi angsuran sesuai dengan perjanjian.

Namun dengan kita telah membayar biaya fidusia maka kita bisa terbebas dan terhindar dari masalah penarikan debt collector ini walau kita sedang mengalami angsuran yang macet. Hal ini dikarenakan menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah kepolisian. Jadi saat Anda membayar biaya fidusia kredit mobil Anda maka Anda akan dijamin bebas dari penarikan debt collector pemerintah. Namun keadaan ini bisa terjadi saat pihak leasing sudah mendaftarkan jaminan fidusia Anda kepada pihak yang berwenang, hal ini kantor jaminan fidusia.

Maka dari itu Anda harus menanyakan soal fidusia ini kepada pihak leasing secara serius. Intinya Anda harus memastikan bahwa biaya fidusia Anda sudah didaftarkan oleh pihak leasing. Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 ini tentang Pendaftaran Fidusia, pihak leasing memang diwajibkan untuk mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan usahanya.

 

asuransi mobil

Image via pixabay.com

 

Biaya Asuransi

Saat Anda membeli mobil dengan kredit, terutama kendaraan baru, Anda memang akan dibebani dengan biaya asuransi. Jumlah biaya asuransi mobil ini tergantung jenis asuransi yang dipakai apakah itu All Risk atau Total Lost Only (TLO). Asuransi All Risk sendiri adalah asuransi yang melindungi pengguna kendaraan dari risiko hilang sampai lecet. Sedangkan TLO akan melindungi pengguna hanya dari resiko hilang saja. Jika Anda mengambil kredit dari pihak leasing ini umumnya Anda akan didaftarkan pada asuransi jenis TLO. Biaya asuransi ini memang penting untuk Anda, karena dengan biaya ini kita sebagai debitur bisa mengajukan klaim asuransi jika terjadi kehilangan atau kerusakan.

Biaya Provisi

Terakhir, biaya tambahan yang ada dan harus ditanggung oleh debitur saat mengajukan pengajuan kredit mobil adalah biaya provisi. Biaya provisi ini sendiri adalah biaya administrasi yang diajukan oleh pihak leasing sebagai sumber pendapatan lembaga keuangan tersebut. Seperti layaknya lembaga pembiayaan keuangan lain seperti bank, lembaga leasing juga membutuhkan dana untuk menjaga perusahaannya tetap bergerak. Maka pihak leasing ini akan membebani debitur dengan biaya provisi untuk menikmati layanan yang diberikan.

Banyak orang yang menganggap bahwa biaya provisi ini sama dengan komisi. Padahal secara aktualisasi keduanya memiliki konsep yang berbeda. Jika provisi adalah sejumlah dana yang harus dibayarkan oleh debitur kepada kreditur sebagai balas jasa atas sebuah layanan. Maka komisi biaya yang dibayarkan kepada perantara transaksi antara kreditur dengan debitur, sebagai ucapan terima kasih atas bantuannya. Tentu saja karena lembaga atau perusahaan leasing ini tidak menggunakan jasa makelar (perantara), maka sebutan yang tepat adalah provisi.

Sedangkan besaran biaya provisi sendiri ini berbeda-beda tergantung barang yang diajukan kredit dan cara pembayarannya. Biasanya leasing atau bank akan mengenakan biaya provisi ini diawal kredit dengan cara menentukan prosentasi yang akan dikalikan dengan harga mobil yang dibeli. Namun untuk Anda yang membeli mobil dengan kredit dana tunai, maka biaya provisi langsung diambil atau dikurangi dari jumlah hutang yang diajukan.

 

Nah inilah penjelasan dan informasi mengenai beberapa biaya tambahan untuk kredit mobil seperti biaya fidusia, asuransi dan provisi dari situs keuangan pribadi cermati.com. Jika Anda sudah jelas dan memahaminya, maka Anda harus menyiapkan dana untuk ketiga biaya ini saat Anda hendak mengajukan kredit mobil Anda.

Tags:

Leave a Reply