Tunjangan Profesi Guru Cair Akhir Juni

TPG Segera Cair Sebelum Lebaran

Belajar dari pengalaman-nya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memastikan tidak terjadi lagi keterlambatan penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) dalam pencairan triwulan II 2015. Kemendikbud berharap TPG rapelan untuk April–Juni itu dicairkan sebelum Hari Besar Idul Fitri tahun ini.

Sebagaimana dikutip dari Jawapos.com Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2-TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan, pencairan TPG terbagi menjadi dua kelompok yaitu guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) dan guru non-PNSD atau guru swasta. Pihaknya tengah mengupayakan agar bisa dicairkan di akhir bulan Juni ini.

“Kami upayakan sudah bisa dicairkan di akhir Juni ini. Supaya menjadi contoh pemda-pemda,’’ – Sumarna Surapranata

Proses ini tengah berjalan dan pemerintah daerah bisa langsung mencairkannya pada akhir Juni 2015. Pihaknya juga menghimbau agar pemerintah daerah mencairkan dana tersebut dengan tepat waktu. Mengingat dana tersebut sudah diproses dan tidak mengalami kendala.

Pranata mengatakan, idealnya pencairan TPG untuk triwulan II dilaksanakan paling lambat 9 Juli. Namun, tidak masalah jika TPG dicairkan sebelum masuk Juli. Pranata berharap pencairan TPG triwulan II yang tepat waktu bisa digunakan para guru sebagai uang tunjangan hari raya (THR). ’’Khususnya bagi guru-guru swasta,’’ katanya. Sebab, penghasilan terbesar guru swasta bisa jadi dari tunjangan itu.

Selain itu Pranata kembali mengingatkan agar persyaratan pencairan TPG, khususnya untuk guru PNSD, dipenuhi terlebih dahulu oleh pihak Pemerintah Daerah. Yakni, Pemda harus melaporkan serapan anggaran TPG triwulan III dan IV tahun anggaran 2014. ’’Jika pemda tidak menyampaikan laporan penyerapan itu, uangnya tidak dicairkan Kemenkeu,’’ tegas dia.

 

Kesiapan Anggaran

Pranata mengatakan, anggaran untuk TPG triwulan II guru swasta sekitar Rp 300 miliar. Sedangkan anggaran TPG untuk guru PNSD dalam satu tahun ini mencapai Rp 70 triliun. Total anggaran superjumbo itu dipecah menjadi empat kali pencairan.

Sebagai informasi, pemerintah mengatur pencairan TPG dilakukan dengan sistem rapelan. Tunjangan untuk Januari–Maret dibayarkan April. Kemudian, tunjangan untuk April–Juni dicairkan Juli. Lalu, tunjangan Juli–September dibayarkan Oktober dan terakhir untuk Oktober–Desember dicairkan di pengujung tahun.

Dana yang akan mengucur sebanyak Rp 1,3 Triliun untuk 13.140 atau sebanyak 82 persen guru di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut merupakan keseluruhan dari Tunjangan Profesi Guru (TPG), tunjangan operasional dan tunjangan khusus.

Untuk kelompok guru PNSD, sasaran pencairan TPG adalah 924 ribu orang lebih. Namun, 46 ribuan guru PNSD dinyatakan tidak layak mendapatkan TPG karena sudah pensiun, meninggal, atau tidak jadi guru lagi. Kemudian, untuk kelompok guru non-PNSD, sasaran TPG adalah 87.347 orang. Tetapi, 13 ribuan guru non-PNS tidak layak mendapatkan TPG karena alasan-alasan di atas.


 

Artikel diatas merupakan informasi yang ditunggu oleh Bapak Ibu Guru di tanah air, khusus untuk Bapak Ibu di daerah terdapat sedikit catatan dari yang disampaikan pihak Kemdikbud yaitu, pihak Pemda harus melaporkan serapan anggaran TPG triwulan III dan IV tahun anggaran 2014.

Bagaimana dengan kesiapan pihak Pemda di tempat Bapak Ibu? Sudahkah mereka mengetahui prasyarat tersebut dan melakukan penyerapan anggaran?

Selamat Beraktivitas!

 

 

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply