Kabar Gembira! Juni Gaji ke-13 Cair

Saya yakin sebagian dari pembaca blog ini telah mengetahui kabar tersebut. Sekedar ingin meng-gaungkan informasi yang ditunggu oleh para aparatur negara mulai dari PNS atau ASN, TNI dan POLRI di tanah air, yakni KAPAN GAJI 13 CAIR?

Kepastian akan pencairan gaji ke-13 dikumandangkan oleh Yuddy Crisnandi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan RB) yang menyatakan telah menerima mandat dari Presiden agar mempercepat proses pencairan proses administratif gaji ke-13 PNS, dan pensiunan, TNI dan Polri semuanya sebelum lebaran.

Seperti dikutip dari detik.com  pada (29/5) Presiden Jokowi memberikan perhatian kepada para aparatur negara karena pada bulan puasa, banyak biaya kebutuhan. Menpan RB pun meyakinkan bahwa secara administratif “dokumen” sudah disiapkan, dengan intruksi Presiden tersebut, berarti Presiden tinggal menetapkan saja.

 

“Karena saat ini beliau (Presiden) sedang ada di Palu. Insya Allah minggu depan sudah siap. Target kami sebelum puasa sudah bisa didistribusikan. Agar pas puasa seluruh keluarga PNS, TNI, Polri sudah memiliki gaji ke 13” – Yuddy Chrisnandi.

 

 

Kenaikan Gaji Berkala Tahun 2015? 

“Ya itu juga sudah saya selesaikan. Kenaikan gaji berkala sesuai perintah Presiden Jokowi, kenaikan gaji berkala secara administratif sudah kami selesaikan. Dan sedang kami koordinasikan dengan departemen Menkeu. Insya Alah bulan Juni paling telat Juli proses pencairannya,” – Yuddy Chrisnandi.

 

Kedua komponen nafkah para PNS dan aparatur negara lainnya tersebut belum bisa dicairkan karena memang belum ada dasar hukum yang menjadi landasan. Sebagai informasi, beleid yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah (PP), yang ditetapkan oleh Presiden.

Seperti dikutip dari JPNN.com pada (29/5) Presiden sudah menyetujui usulan KemenPAN-RB tentang kenaikan gaji sebesar 4% empat persen (sebelumnya diprediksi 6% kita tunggu saja pada Peraturan Pemerintah terkait) serta gaji ke-13. Untuk demikian tinggal menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) diteken presiden.

 

Kesiapan Anggaran?

Pada dasarnya kenaikan gaji berkala dan gaji ke 13 bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meringankan biaya hidup serta sebagai wujud apresiasi Pemerintah atas prestasi dan pengabdian pada bangsa dan negara.

Pemberian gaji/pensiun/tunjangan tersebut dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara *baca: APBN.

Dari sisi anggaran pihak Kementerian Keuangan pun telah menyatakan siap untuk pencairan hak para aparatur negara tersebut. Kementerian Keuangan via Ditjen Perbendaharaan memastikan bahwa telah tersedia anggaran negara untuk fasilitas ini mencapai Rp 8,3 triliun sebagaimana dikutip dari liputan6.com pada (27/5).

Menurut Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Marwanto Harjowiryono angka Rp8,3 triliun tersebut terdiri dari alokasi untuk gaji 13 sebesar kurang lebih Rp 6,5 triliun dan Rp 1,8 triliun akan digunakan untuk selisih kenaikan gaji pokok baru dan gaji pokok lama dari bulan Januari sampai dengan Juni 2015 yang biasa kita kenal dengan kenaikkan gaji berkala.

Seperti judul artikel ini, Kabar Gembira! ini pasti dinanti oleh Bapak Ibu aparat negara di seluruh Indonesia. Namun, di lain hal sempat berkembang opini di masyarakat, bahwa kenaikan gaji hanya memanjakan PNS sehingga membuat mereka menjadi bermalas-malasan.

Hal itu dinilai tidak tepat oleh pengamat Politik dan Birokrasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Miftah Thoha yang memberikan tanggapan kepada liputan6.com. Menurut Miftah kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar karena selain merupakan hak bagi PNS juga menimbang mahalnya harga bahan pokok.

“Kenaikan gaji sebenarnya hak, jadi  pemerintah senantiasa memperhatikan gaji. Terutama kemahalan bahan pokok, oleh karena itu wajib bagi pemerintah menaikkan gaji,” – Miftah Thoha.

Miftah menambahkan, kenaikan gaji tersebut harus mempertimbangkan kecukupan serta harus mensejahterakan PNS. Bukan dilihat dari efektif atau tidaknya pemberian kenaikkan gaji berkala.

“Kalau dilihat efektifnya harus pemerintah disalahkan kenapa mengangkat pegawai tidak efektif. Jadi pegawai harus bekerja secara efektif karena diangkat berdasarkan persyaratan pemerintah,” Jelas Miftah.

“Jadi yang harus dipertimbangkan bisa nggak, cukup untuk menghidupi dan mensejahterakan warganya karena dilihat harga bahan pokok mahal, beras mahal, apalagi dipalsu. Kalau gajinya tidak ditinjau kembali bagaimana bisa efektif (bekerja), bagaimana bisa efektif kalau tidak makan,” pungkasnya.

 

 

Tunggu Saja!

Menurut admin, kenaikan gaji PNS diberikan agar para abdi negara tersebut dapat memberikan kinerja yang lebih baik dan lebih baik lagi. Mengenai kebijakan untuk menaikkan gaji pokok rutin setiap tahun untuk PNS/ASN/TNI/Polri sebenarnya memiliki tujuan untuk meringankan beban kebutuhan hidup.

Karena jika tidak ada kenaikan gaji dan dengan inflasi yang tetap naik setiap tahunnya maka pemasukan para PNS dinilai akan habis dengan biaya hidup yang semakin tinggi.

Jadi bagi para Bapak/Ibu para aparatur negara, silahkan tunggu dengan tenang. Checklist-nya kira-kira sebagai berikut pada saat artikel ini ditulis:

  • Restu Presiden (check)
  • PP Kenaikan Gaji Berkala (segera ditetapkan)
  • PP Gaji Ke 13 (segera ditetapkan)
  • Kesiapan Anggaran (check)

Mungkin kurang satu yang belum, doa dari Bapak Ibu sekalian agar segera cair 🙂

Selamat Beraktivitas!.

 

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply